Di dalamnya, berbagai fasilitas modern disiapkan, mulai dari area memasak berbahan stainless steel, lantai epoxy khusus, ceiling tahan api dan kelembapan, hingga sistem IPAL biomedia.
Fasilitas pendukung lain juga tersedia, seperti sistem CCTV keamanan, genset mandiri 30 kVa, APAR dan perlengkapan dapur profesional lainnya.
Alur operasional dapur disusun sangat terukur.
Alurnya dimulai dari area masuk bahan baku, bagian produksi, tempat penyimpanan bahan basah dan kering, sampai ke area keluarnya makanan jadi.
Dody mengatakan alur tersebut dirancang agar kualitas makanan tetap terjaga, baik rasa, aroma maupun higienitasnya.
Arahan Teknis dari Menteri PU
Dalam kesempatan itu, Dody memberikan sejumlah arahan teknis.
Di antaranya penambahan sistem sirkulasi udara dan filtrasi agar ruang dapur aman dari panas serta asap masakan.
Dia juga menekankan pentingnya percepatan administrasi dan sertifikasi halal untuk memastikan semua dapur MBG sesuai ketentuan pangan nasional.
Menteri Dody meminta pengelolaan limbah dilakukan sesuai standar.
Mulai dari sisa minyak goreng, limbah organik, hingga limbah padat harus masuk sistem pemrosesan yang benar.
Dia menambahkan pembangunan dapur dilakukan dengan model modular.
Cara ini membuat waktu pembangunan lebih cepat.
Standarisasi material —mulai dari dinding, lantai, hingga bahan tahan api— disebut dapat meningkatkan keamanan operasional dapur.
Menteri Dody juga mengingatkan keandalan listrik tidak boleh terganggu.
Dia menilai dapur menyimpan bahan sensitif seperti daging dan produk segar yang harus dijaga pada suhu tertentu.







