Puluhan Warga Terkubur Longsor Banjarnegara, Ratusan Diungsikan, Bupati Tetapkan Tanggap Darurat

Sejumlah warga lain mengalami syok dan langsung mendapat pendampingan tenaga kesehatan.

Posko, Dapur Umum, dan Tenda Darurat Dididirikan

Untuk kebutuhan mendesak, BPBD Banjarnegara sudah mendirikan pos lapangan, dapur umum dan tenda pengungsian.

Berbagai kebutuhan seperti matras, selimut, air mineral, logistik permakanan, hygiene kit hingga family kit mulai disalurkan.

BNPB juga meminta warga menjauhi lereng dan titik rawan karena potensi longsor susulan masih ada.

Instruksi BPBD dan aparat setempat diminta untuk diikuti penuh.

Warga terdampak juga diminta tetap berada di pengungsian sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman pemerintah daerah.

Status Darurat Ditetapkan Resmi

Bencana ini terjadi di tengah masa Status Siaga Darurat Tanah Longsor dan cuaca ekstrem yang sudah ditetapkan sejak 28 Oktober 2025 dan berlaku hingga 31 Mei 2026.

Ancaman pergerakan tanah memang meningkat sejak hujan lebat melanda.

Pemkab Banjarnegara juga sudah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

Keputusan ini diumumkan setelah rapat koordinasi bersama Forkopimda di Kantor Kecamatan Pandanarum pada Minggu 16 November 2025 malam.

Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana menyampaikan penetapan status darurat ini penting untuk mempercepat penanganan.

Dia menegaskan seluruh unsur pemerintah daerah bergerak cepat di lokasi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Raib Sekhudin mengatakan evakuasi terus dilakukan sejak menit pertama kejadian.

Dia menyebutkan lebih dari 660 jiwa sudah mengungsi per 16 November 2025.