RADARPANGANDARAN.COM – Tiga kementerian menegaskan komitmen bersama mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Melansir laman umkm.go.id, sinergi ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian UMKM, dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Muhaimin Iskandar di Jakarta pada Senin (4/5).
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifky Harsya.
Pertemuan ini membahas langkah konkret tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan ekstrem.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan optimalisasi kebijakan akan difokuskan pada kelompok masyarakat lapisan terbawah.
“Kami mengoptimalkan sektor usaha mikro dan kecil sebagai ujung tombak pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui penyaluran KUR yang menyasar desil 1 hingga desil 4, serta pemanfaatan fasilitas publik sebagai ruang usaha,” ujar Menteri Maman.
Ia menyebutkan dari total alokasi KUR sebesar Rp96 triliun hingga 3 Mei 2026, sekitar Rp70 triliun disalurkan ke sektor usaha mikro.
“Sektor mikro ini berkontribusi terhadap upaya kita untuk menghilangkan kemiskinan ekstrim, karena sebagian besar yang bekerja di situ yang memang masuk dalam kategori miskin ekstrim. Yang rata-rata sebagian besar masuk dalam kategori pekerja informal ini mau kita pindahkan menjadi pekerja formal,” kata Menteri UMKM.
Selain itu, pemanfaatan fasilitas publik didorong menjadi ruang produktif bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.







