Nasional

Tragedi Junko Furuta: Kasus Paling Brutal dalam Sejarah Jepang

RADARPANGANDARAN.COM – Kasus Junko Furuta menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah kriminal Jepang. Peristiwa ini menyingkap sisi gelap kekerasan remaja yang mengguncang publik pada akhir tahun 1980-an. Seorang siswi SMA berusia 17 tahun bernama Junko Furuta menjadi korban penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan brutal yang mengguncang hati masyarakat hingga kini.

Awal Mula Kasus Junko Furuta

Kisah ini bermula pada malam 25 November 1988, saat Junko pulang dari pekerjaan paruh waktunya. Hiroshi Miyano, seorang remaja yang mengaku sebagai anggota yakuza, menyergap Junko dan menipunya agar menuruti perintahnya. Ia berhasil menculik Junko dan membawa korban ke beberapa tempat, termasuk gudang kosong dan hotel.

Miyano kemudian mengajak tiga rekannya Jō Ogura, Nobuharu Minato, dan Yasushi Watanabe untuk menahan Junko di rumah keluarga Minato di Adachi, Tokyo, selama 40 hari. Selama penyekapan, para pelaku terus melakukan pelecehan seksual, pemukulan, dan penyiksaan terhadap korban. Mereka juga mengancam keluarga Junko agar korban tidak berani melarikan diri.

Penyiksaan Brutal yang Menggemparkan Jepang

Selama disekap, para pelaku menyiksa Junko Furuta tanpa henti. Mereka memperkosa korban secara bergiliran, membakar tubuhnya dengan korek api, memaksanya menelan benda asing, dan menyiksanya menggunakan alat rumah tangga. Luka parah membuat tubuh Junko semakin lemah, tetapi para pelaku tetap melanjutkan kekerasan.

Beberapa teman pelaku bahkan datang ke rumah tersebut dan menyaksikan kekejaman itu tanpa melapor ke polisi. Pada awal Januari 1989, salah satu pelaku yang marah karena kalah berjudi melampiaskan emosinya dengan membakar tubuh Junko menggunakan cairan mudah terbakar. Luka serius itu akhirnya menyebabkan Junko meninggal pada 4 Januari 1989.

Penemuan Jenazah dan Fakta Mengerikan

Setelah membunuh Junko, para pelaku berusaha menutupi kejahatannya. Mereka memasukkan jasad Junko ke dalam drum logam, mengisinya dengan beton, dan membuangnya di area industri Tokyo. Polisi akhirnya menemukan drum itu pada akhir Maret 1989 setelah salah satu pelaku mengaku.

Page: 1 2 3

Anisa Nur

Recent Posts

Motorola Moto G06 Power dengan Quad Pixel dan Gorilla Glass 3, Kamera Terang dan Layar Tangguh

RADARPANGANDARAN.COM - Motorola Moto G06 Power hadir dengan kamera 50MP Quad Pixel, Gorilla Glass 3,…

28 menit ago

Bikin Foto Liburan di Malaysia Tampak Sinematik dengan Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia Ini

RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi solusi kreatif bagi siapa saja yang…

43 menit ago

Motorola Edge 70 Fusion Hadir dengan Snapdragon 7s Gen 4 dan Kamera 50 MP Sony LYTIA

RADARPANGANDARAN.COM - Motorola Edge 70 Fusion segera rilis dengan Snapdragon 7s Gen 4 dan kamera…

1 jam ago

Engine Brake Tidak Konsisten? Waspada Kompresi Tidak Stabil dan Seal Klep Aus!

RADARPANGANDARAN.COM - Engine brake tidak konsisten sering terjadi karena kompresi tidak stabil atau seal klep aus.…

2 jam ago

Review Kamera Infinix Note 60, Hasil Foto Live dan Video 4K Stabil Bikin Kagum

RADARPANGANDARAN.COM - Kamera Infinix Note 60 hadir dengan video 4K stabil, foto live flash, dan…

2 jam ago

Bisa Lihat Beragam Ikan Laut, Ini Harga Tiket Masuk Aquarium Pangandaran

RADARPANGANDARAN.COM - Di Kabupaten Pangandaran tak hanya wisata pantai, tapi juga terdapat destinasi wisata aquarium.…

3 jam ago

This website uses cookies.