Update Pencairan PKH BPNT Tahap 2: Proses Sudah Dimulai, Belum Merata ke Seluruh KPM

RADARPANGANDARAN.COM – Update pencairan PKH BPNT tahap 2 periode April–Juni 2026 kini menjadi perhatian luas masyarakat.

Dilansir dari kanal Info Bansos, berbagai informasi beredar di media sosial terkait pencairan bansos tahap kedua.

Sejumlah unggahan struk transaksi diklaim sebagai bukti pencairan dana bantuan.

Aktivitas pengecekan saldo oleh KPM di agen BRILink, Agen Mandiri, dan BSI meningkat signifikan.

Masyarakat diimbau tetap berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Analisis terhadap bukti transaksi viral menunjukkan pentingnya ketelitian dalam membaca jenis transaksi.

Terdapat struk tertanggal 27 April 2026 dengan tarik tunai sebesar Rp570.000.

Namun terdapat pula struk lain tertanggal 28 April 2026 dengan keterangan setor simpanan Rp500.000.

Perbedaan ini menunjukkan tidak semua transaksi merupakan pencairan bansos.

Proses Bertahap dan Perbedaan Status Penyaluran

Transaksi bansos umumnya ditandai tarik tunai atau mutasi dengan kode bantuan sosial.

Masyarakat perlu memahami perbedaan antara penarikan dan setoran pribadi.

Pemantauan aplikasi SIKS-NG menunjukkan status penyaluran mulai bergerak.

Bank penyalur seperti BRI dan BSI telah memasuki tahap SPM.

Status tersebut menandakan administrasi penyaluran telah diterbitkan.

Untuk program PKH status juga telah berada pada tahap SPM.

Sementara BPNT melalui Bank Mandiri masih belum mencapai tahap tersebut.

Perbedaan ini merupakan hal wajar dalam penyaluran bansos nasional.

Penyaluran dilakukan bertahap melalui mekanisme gelombang.