Kondisi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, terutama di sektor perdagangan dan pariwisata.
Anne menjelaskan sepanjang Januari hingga September 2025, KA Bukit Serelo telah melayani 406.739 pelanggan.
Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 389.181 pelanggan.
Pertumbuhan tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI.
Peningkatan prasarana dan efisiensi operasional membuat kereta api menjadi pilihan transportasi utama di Sumatera Selatan.
Anne menambahkan perbaikan infrastruktur dan kecepatan lintas menjadi kunci menjaga keandalan perjalanan.
KAI terus berupaya memperkuat daya saing layanan agar masyarakat merasakan manfaat nyata dari peningkatan ini.
Layanan Kereta Ekonomi Bersubsidi Tetap Terjangkau
Harga tiket KA Bukit Serelo tetap bersahabat bagi masyarakat.
Dengan tarif Rp 32.000 untuk relasi terjauh Kertapati – Lubuk Linggau, layanan ini masuk kategori subsidi Public Service Obligation (PSO) dari Kementerian Perhubungan.
Meski berstatus ekonomi bersubsidi, kualitas layanan terus ditingkatkan.
Penumpang tetap dapat menikmati perjalanan siang hari dengan kenyamanan dan ketepatan waktu.
Anne menyampaikan masyarakat menjadikan KA Bukit Serelo sebagai pilihan utama karena kombinasi antara kecepatan, keamanan dan harga yang ramah di kantong.
Kereta ini merupakan penerus KA Bukit Sulap yang dulu melayani rute serupa dengan kelas campuran eksekutif, bisnis dan ekonomi.
Kini, KA Bukit Serelo fokus pada layanan kelas ekonomi siang hari. Sementara KA Sindang Marga melayani kelas eksekutif dan bisnis malam hari.
Simbol Ketangguhan dari Bukit Serelo
Nama KA Bukit Serelo diambil dari perbukitan ikonik di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.













