“Masjid itu bukan untuk konstruksi tower,” imbuhnya.
Lokasi tower yang berada di samping rumahnya membuat Wisnu cemas, karena dia khawatir tower tersebut roboh menimpa rumahnya.
Dia bercerita saat terjadi gempa Cianjur yang terasa sampai ke Jakarta, tower tersebut tampak goyang.
“Kan itu berbahaya bisa roboh,” ujarnya.
Meski begitu, warga tidak menolak pembangunan tower di atas masjid.
Namun mereka minta tinggi tower tidak sampai 20 meter dari atas bangunan mesjid.
“Kita tidak menolak ditanem tower, tapi dipendekkan lah, jangan 20 meter. Paling tinggi 6 meter kita minta,” ujarnya.
“Atau dipasang bracet, kayak di masjid kelapa gading itu dipasang bracet. Atau dipindahkan, dia kan punya lahan yang jauh dari pemukiman,” ujarnya.
Akhirnya Tower Disegel Pol PP
Setelah bertemu Simon Lakamadu, anggota DPRD DKI Jakarta di Komisi A, akhirnya ada keputusan pengelola tower sudah diberikan waktu selama satu minggu untuk dilakukan pembongkaran.
Bahkan saat ini tower di atas mesjid itu sudah disegel oleh satpol PP.
“Tower itu sudah disegel sama satpol PP tapi belum dilakukan pembongkaran,” ujarnya.
“Makanya warga merasa tidak nyaman lalu mengadukan ke DPRD. Kami dorong percepatan pembongkaran,” ujarnya.







