RADAR PANGANDARAN.COM — Pembangunan tower di atas masjid diprotes warga karena dikhawatirkan roboh.
Warga protes tower dibangun di atas masjid karena konstruksi bangunan mesjid bukan untuk Pembangunan tower BTS.
Warga sampai mendatangi kantor DPRD untuk mengajukan protes pembangunan tower di atas mesjid.
Kasus warga protes tower dibangun di atas masjid terjadi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Warga setempat mendatangi Kantor DPRD DKI Jakarta untuk melaporkan soal tower BTS.
Tower BTS itu dibangun di atas di Masjid Al-Ihsan, Kelurahan Pegangsaan dua, Jakarta Utara.
Menurut Ketua RT 003 Wisnu Broto, saat pembangunan tower di atas mesjid, pengelola tower tidak memberikan keterangan.
Tower tersebut dibangun di atas bangunan lantai 2 mesjid.
Warga mengaku hanya diminta tanda tangan saja oleh prengurus masjid tanpa tahu gambaran skestsanya.
“Sama saya engga ada, gambaran sketsa juga gak ada. Cuma disuruh tanda tangan saja persetujuan doang,” ujarnya kepada awak media pada Selasa, 9 Juli 2024, dilansir dari disway.id.
Soal kenapa warga tak melarang pembangunan tower saat meminta persetujuan tersebut, kata dia, karena yang memberikan informasi soal rencana pembangunan itu adalah pengurus masjid.
“Belum ada, nah setelah itu dibangun karena tinggi sekali 20 meter baru ada penolakan,” tuturnya.
List Nama Setuju Pembangunan Tower
Warga juga menaruh hormat kepada pengurus masjid dan sudah membawa list nama warga yang setuju saat meminta persetujuannya.
Namun setelah tower dibangun di atas mesjid, warga kaget karena towernya lebih tinggi dari menara mesjid.













