RADARPANGANDARAN.COM – Dawet Pangandaran, yang masyarakat kenal juga sebagai Dawet Dawala, lahir dari tradisi kuliner khas pesisir Jawa Barat.
Masyarakat setempat menciptakan minuman ini sebagai pelepas dahaga setelah beraktivitas di ladang maupun di pantai. Nama Dawala sendiri terinspirasi dari tokoh punakawan dalam cerita wayang Sunda, yang memiliki karakter unik, mirip dengan keistimewaan dawet ini.
Ciri Khas Dawet Pangandaran
Dawet Pangandaran menonjol dengan ciri khas warna hitam pada ketannya. Warna tersebut berasal dari abu batang padi yang dibakar, lalu diolah hingga menghasilkan aroma harum dan tekstur lembut.
Masyarakat memanfaatkan bahan alam ini untuk memberi nuansa berbeda sekaligus menciptakan karakter kuat pada dawet. Keunikan inilah yang membuat minuman ini mudah dikenali dibandingkan dawet lain dari berbagai daerah.
Gula Aren Sebagai Pemanis Utama
Minuman ini selalu mengandalkan gula aren sebagai pemanis utamanya. Masyarakat daerah lain mungkin lebih sering memakai gula jawa, tetapi warga Pangandaran memilih gula aren karena mampu memberikan rasa manis yang khas.
Gula aren menghadirkan cita rasa lebih lembut sekaligus aroma karamel yang kuat. Perpaduan ini menjadikan dawet tidak hanya segar, tetapi juga kaya rasa.
Es Serut yang Menambah Segar
Masyarakat lokal selalu menambahkan es serut ke dalam Dawet Pangandaran. Es serut menciptakan sensasi dingin yang berpadu sempurna dengan manisnya gula aren dan lembutnya ketan hitam.
Orang yang menikmati minuman ini langsung merasakan kesegaran, terutama saat memadukannya dengan makanan bercita rasa pedas. Tidak heran jika dawet ini menjadi pilihan utama ketika udara panas melanda pesisir.
Proses Pembuatan Dawet Pangandaran
Orang yang membuat minuman khas ini biasanya memulai dengan mengolah abu batang padi hingga menjadi campuran ketan hitam.










