DPRD Pangandaran Desak Penanganan Cepat Tumpahan Batu Bara di Perairan Pesisir

RADARPANGANDARAN.COMTumpahan batu bara di perairan Kabupaten Pangandaran memicu kekhawatiran serius karena berpotensi merusak lingkungan laut sekaligus mengganggu mata pencaharian masyarakat pesisir.

Dilansir dari laman radartasik.id, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin meminta pihak perusahaan yang bertanggung jawab segera melakukan langkah penanggulangan dan pemulihan agar dampak pencemaran tidak semakin meluas.

Menurutnya, material batu bara yang mencemari laut dapat mengancam keberlangsungan ekosistem bawah laut, termasuk terumbu karang dan berbagai jenis biota yang hidup di kawasan tersebut.

Dampak lanjutan juga diperkirakan akan dirasakan para nelayan tradisional, baik nelayan tangkap maupun pengguna jaring arad yang menggantungkan penghasilan dari hasil laut.

“Tak hanya nelayan tangkap, para pelaku usaha budidaya tambak udang dan ikan di sekitar pesisir juga terancam gagal panen akibat penurunan kualitas air. Sehingga Akan terjadi penurunan kualitas air laut, air bisa menjadi keruh bahkan sampai menghitam,” ucapnya dalam keterangan Jumat (19/6/2026).

Selain sektor perikanan, kawasan wisata pesisir seperti Pantai Batu Hiu dan Tanjung Cemara juga dinilai berada dalam ancaman apabila pencemaran tidak segera ditangani.

Asep menilai risiko semakin besar karena batu bara berpotensi melepaskan kandungan logam berat berbahaya ke lingkungan perairan.

Khawatir Cemari Muara dan Lahan Pertanian

Arus laut yang cukup kuat disebut dapat memperluas sebaran polutan hingga menjangkau wilayah lain di sekitar pesisir Pangandaran.