HNSI Pangandaran Hidupkan Kembali Kesenian Tradisional Ronggeng Gunung dalam Hajat Laut 2026

RADARPANGANDARAN.COM – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran menegaskan komitmennya untuk mengembalikan ruh kesenian tradisional dalam perayaan Hajat Laut tahun ini.

Dilansir dari laman radartasik.id, agenda budaya tersebut dipastikan akan mengedepankan unsur lokal sebagai identitas utama perayaan laut di Pangandaran.

Ketua HNSI Pangandaran, Jeje Wiradinata, menilai selama ini ada kecenderungan pergeseran ke arah hiburan modern yang kurang tepat sasaran.

Kondisi itu disebutnya membuat kesenian tradisional Pangandaran perlahan tersisih dari ruang publik masyarakat.

Menghidupkan Kembali Identitas Budaya Pesisir

Jeje mengajak masyarakat untuk kembali mengangkat sejarah dan legenda asli daerah melalui kesenian Ronggeng Gunung.

“Mari kita kembali pada sejarah dan legenda yang sudah melekat di Kabupaten Pangandaran. Ronggeng Gunung berasal dari kisah Dewi Samboja atau Dewi Rengganis. Ini adalah ikon kesenian kita yang harus terus dilestarikan dan nanti di hajat laut akan digelar,” tuturnya kepada Radar Minggu (7/6/2026).

Selain pertunjukan budaya tersebut, rangkaian Hajat Laut juga akan diisi berbagai tradisi nelayan seperti lomba renang laut dan balap perahu.

Jeje menyebut perayaan 1 Muharram ini memiliki potensi besar dalam mendongkrak sektor pariwisata daerah.

Ia optimistis Hajat Laut dapat menjadi daya tarik wisata baru yang melengkapi kalender event tahunan Pangandaran.

“Kehadiran event besar ini merupakan buah kolaborasi solid antara nelayan, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat,” ungkapnya.