Laut Dalam
RADARPANGANDARAN.COM- Laut dalam menyimpan dunia yang lebih misterius daripada permukaan bulan. Makhluk-makhluk unik bertahan hidup di balik kegelapan yang abadi dan tekanan ribuan kali lebih besar dari atmosfer permukaan dengan cara yang belum sepenuhnya manusia pahami.
Hingga kini, ilmuwan terus meneliti kehidupan di laut dalam yang mencapai kedalaman lebih dari 1.000 meter di bawah permukaan laut, dan mereka menyebut wilayah ini sebagai zona laut dalam.
Di kedalaman sana bukan sekadar ruang kosong. Penelitian menemukan berbagai makhluk aneh dan luar biasa yang mampu hidup tanpa cahaya, dalam suhu dingin ekstrem, serta tekanan yang dapat meremukkan kapal selam biasa.
Di kedalaman lebih dari 6.000 meter, wilayah ini dikenal sebagai zona hadal. Meski tampak mustahil, kehidupan berkembang dengan sangat baik di sana.
Beberapa isi laut dalam adalah spesies yang mencuri perhatian karena penampilannya yang tak biasa.
Salah satunya adalah anglerfish, ikan kecil yang membawa “lampu” biologis di kepalanya untuk menarik mangsa. Betina jauh lebih besar dari jantan, bahkan jantan hidup menempel pada tubuh betina secara permanen.
Selain itu, ada barreleye fish, ikan berkepala transparan yang matanya bisa berputar ke atas untuk melihat mangsa. Vampire squid pun tak kalah mencolok. Meski namanya terdengar menyeramkan, hewan ini justru pasif dan menggunakan cahaya dari tubuhnya untuk bertahan.
Tekanan tinggi, suhu rendah, dan ketiadaan cahaya membuat eksplorasi pada isi laut dalam sangat sulit. Peralatan eksplorasi khusus seperti kapal selam tanpa awak (ROV) harus menahan tekanan ribuan atmosfer. Karena itulah, para ilmuwan memperkirakan bahwa lebih dari 80 persen spesies belum pernah terdokumentasi.
Makhluk-makhluk ini tersebar di berbagai palung laut dalam dunia, seperti Palung Mariana di Samudera Pasifik atau Palung Sunda di Indonesia. Para peneliti terus menemukan spesies baru yang belum pernah mereka lihat sebelumnya di lokasi-lokasi tersebut.
Penelitian semakin intens sejak dua dekade terakhir. Beberapa negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan Indonesia, mulai berinvestasi besar dalam teknologi bawah laut. Setiap tahun, ekspedisi ilmiah membawa pulang spesimen baru untuk diteliti lebih lanjut.
Adaptasi mereka sangat luar biasa. Banyak spesies menghasilkan bioluminesensi cahaya alami dari tubuh untuk menarik mangsa atau menipu pemangsa.
Page: 1 2
RADARPANGANDARAN.COM - Redmi Note 14 Pro hadir 2026 dengan Harga Redmi Note 14 Pro kompetitif,…
RADARPANGANDARAN.COM - United TX-1800 merupakan motor listrik United terbaru bergaya skutik maxi listrik dengan fitur…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini banyak digunakan untuk edit foto dengan konsep…
RADARPANGANDARAN.COM - Vespa LX 150 dan Vespa LX 150 i-get menghadirkan skuter klasik stylish dengan…
RADARPANGANDARAN.COM - Panel digital motor sering menghangat karena tegangan berlebih, ventilasi buruk, atau paparan panas mesin…
RADARPANGANDARAN.COM - Suzuki Grand Vitara terbaru hadir sebagai SUV kompak premium gagah, menawarkan sunroof panorama…
This website uses cookies.