RADARPANGANDARAN.COM – Gejala penyakit campak pada anak sering muncul perlahan dan kerap disalahartikan sebagai penyakit ringan biasa.
Dokter spesialis anak RSUD Pandega Pangandaran, Dyah Rahmawanti, seperti dilansir dari Radartasik.id, menjelaskan campak biasanya diawali gejala ringan.
“Campak sering datang diam-diam. Awalnya anak hanya mengalami demam, batuk, pilek, dan mata merah, sehingga sering dianggap flu biasa,” ujarnya.
Tanda Khas dan Risiko Komplikasi Campak
Dyah menjelaskan tanda khas campak muncul beberapa hari setelah gejala awal mulai dirasakan.
Ruam kemerahan biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh bagian tubuh secara bertahap.
Selain itu, terdapat bercak putih kecil di dalam mulut yang menjadi ciri spesifik penyakit campak.
Menurutnya, keterlambatan penanganan dapat memicu komplikasi serius.
Komplikasi tersebut meliputi infeksi paru hingga gangguan pada sistem saraf yang berisiko fatal.
“Jika tidak ditangani dengan baik, campak bisa berbahaya, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah,” jelasnya.
Ia mengimbau orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan saat gejala awal muncul.
Langkah tersebut penting terutama jika gejala disertai demam tinggi dan ruam pada tubuh anak.
Selain penanganan cepat, pencegahan campak dapat dilakukan melalui imunisasi rutin pada anak.
“Imunisasi sangat penting untuk melindungi anak dari risiko campak dan komplikasinya,” tegasnya.
Dyah juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus campak.







