Beda Antara Latihan Otot dan Cardio, Mana Lebih Penting?

RADARPANGANDARAN.COM – Banyak orang masih menganggap bahwa cardio menjamin tubuh cepat kurus, padahal konsepnya tidak sesederhana itu. Tubuh manusia tidak hanya membutuhkan pembakaran kalori saat berlari atau bersepeda, tetapi juga membutuhkan mesin internal yang kuat agar pembakaran kalori bertahan sepanjang hari.

Cukup banyak orang rajin lari setiap hari, tetapi tetap terlihat lembek karena mereka tidak membangun massa ototnya. Dalam gaya olahraga modern, kita perlu mengubah mindset. Cardio memang penting, tetapi latihan otot adalah engine utama yang mengatur metabolisme jangka panjang. Kalau kita hanya cardio tanpa latihan kekuatan, hasilnya sering berhenti di “kurus tapi tidak atletis”.

Cardio Memang Bakar Kalori, Tapi Belum Cukup

Banyak orang memilih latihan cardio karena ingin cepat menurunkan berat badan. Mereka lari, jogging, atau bersepeda dengan semangat tinggi dan mengejar angka kalori yang terbakar. Mereka merayakan rasa puas ketika keringat keluar deras.

Cardio memang membakar kalori langsung saat latihan berlangsung. Tubuh meningkatkan kerja jantung-paru untuk memasok oksigen, ritme napas meningkat, dan denyut jantung berlari kencang. Orang yang rajin cardio biasanya merasakan perubahan cepat di awal. Berat badan turun, baju terasa lebih longgar, dan hasil di timbangan terasa memuaskan.

Tetapi olahraga tidak hanya soal kurus cepat sekarang. Tubuh manusia butuh efisiensi dan fondasi kekuatan agar hasil olahraga bertahan lama. Cardio memberikan pembakaran kalori instan, tetapi tubuh tidak hidup hanya dari sesi latihan dalam satu hari. Kita perlu mesin pembakar yang tetap aktif bahkan ketika kita sedang istirahat.