Beda Antara Latihan Otot dan Cardio, Mana Lebih Penting?

Latihan Otot Naikkan Mesin Pembakar dalam Tubuh

Tempatkan latihan otot sebagai kunci dalam perjalanan transformasi tubuh. Latihan otot membuat tubuh memaksa serat otot melawan beban, lalu tubuh memperbaiki jaringan tersebut sehingga ukuran dan kekuatannya meningkat.

Otot yang bertambah besar membuat metabolisme tubuh meningkat secara alami. Kita tidak hanya membakar kalori saat latihan kekuatan itu berjalan, tetapi kita juga membakar kalori setelah latihan selesai.

Inilah yang orang sebut efek afterburn (EPOC). Tubuh terus bekerja memperbaiki jaringan otot yang rusak dan proses itu memakan energi. Orang olahraga modern memanfaatkan latihan otot untuk membangun mesin pembakar kalori dalam tubuhnya. Mereka mengejar efek metabolik harian, bukan hanya angka kalori saat latihan.

Tubuh Atletis Membutuhkan Sinergi Otot dan Cardio

Jangan pisahkan dua jenis latihan ini. Justru harus gabungkan keduanya agar tubuh bergerak ke arah bentuk atletis yang ideal. Cardio memperkuat jantung, paru, dan kapasitas pernapasan. Latihan otot memperkuat struktur tubuh, meningkatkan massa otot, dan menjaga metabolisme tetap tinggi.

Dua latihan ini selalu saling melengkapi. Jika seseorang hanya mengandalkan cardio, mereka sering kehilangan massa otot sehingga tubuh terlihat skinny fat. Saya melihat banyak kasus seperti itu di lapangan.

Kombinasi seimbang memberikan hasil yang jauh lebih sustainable. Cardio menjaga stamina dan kesehatan jantung, sementara latihan otot memperbaiki komposisi tubuh dan menjaga metabolisme tetap menyala. Saya memilih pendekatan ini karena saya ingin hasil olahraga terasa jangka panjang, bukan hanya sementara. Saya ingin badan kuat, bukan hanya badan kurus.

Karena itu tempatkan latihan otot bukan sebagai pelengkap. Latihan otot adalah fondasi dalam olahraga modern. Kalau kita ingin mencapai tubuh atletis, performa tinggi, dan metabolisme sehat, kita harus memberi prioritas pada latihan otot, bukan hanya cardio saja.