Namun, ia menekankan bahwa teknologi tidak bisa menentukan penilaian akhir, yang selalu memerlukan intervensi manusia.
“Sebelumnya, keputusan diambil oleh individu dalam manajemen, tetapi sekarang kita menghadapi tim yang terdiri dari pengamat dan ‘teknisi’ yang menganalisis data, hasil, dan performa atlet,” paparnya.
“Bahkan, dalam beberapa kasus, pemain dapat dipilih melalui algoritma, sehingga sepak bola menjadi kurang romantis dan hampir seperti industri,” tuturnya.
“Teknologi tidak selalu sempurna. Ini adalah aspek penting dalam masyarakat kita, alat yang dapat membantu mencapai tujuan, tetapi tidak menentukan penilaian akhir yang selalu memerlukan komponen manusia,” pungkasnya.
Page: 1 2
RADARPANGANDARAN.COM - Vespa LX 150 dan Vespa LX 150 i-get menghadirkan skuter klasik stylish dengan…
RADARPANGANDARAN.COM - Panel digital motor sering menghangat karena tegangan berlebih, ventilasi buruk, atau paparan panas mesin…
RADARPANGANDARAN.COM - Suzuki Grand Vitara terbaru hadir sebagai SUV kompak premium gagah, menawarkan sunroof panorama…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini semakin populer digunakan untuk mengubah foto biasa…
RADARPANGANDARAN.COM - United MX-1200 Li merupakan motor listrik United terbaru dengan baterai lithium 72V dan…
RADARPANGANDARAN.COM - Electric water pump EV dan katup pendingin EV menjadi inti thermal management EV modern.…
This website uses cookies.