“Namun, saat menghadapi Roma di Allianz Stadium—tim yang berbeda tetapi tidak terlalu istimewa dari segi kualitas—para penggemar harus kembali menyadari kenyataan yang ada,” sambungnya.
Terakhir, Moggi mengkritik performa AC Milan di bawah Paulo Fonseca dan menegaskan bahwa memberikan wewenang penuh kepada Zlatan Ibrahimovic bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk mencoba memperbaiki situasi yang dihadapi Rossoneri.
“Milan di bawah Fonseca masih menunjukkan performa yang buruk. Hasil yang diharapkan tidak tercapai, tidak ada kohesi di lapangan, dan lini tengah juga bermain buruk,” terangnya.
“Theo dan Leao, tampaknya sebagai bentuk protes, sengaja tidak bergabung dalam pertemuan teknis selama cooling break,” tuturnya.
“Menurut saya, memberikan wewenang penuh kepada Ibrahimovic bukanlah sesuatu yang diinginkan, tetapi merupakan sebuah keharusan,” pungkasnya.
Page: 1 2
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini semakin populer digunakan untuk mengubah foto biasa…
RADARPANGANDARAN.COM - United MX-1200 Li merupakan motor listrik United terbaru dengan baterai lithium 72V dan…
RADARPANGANDARAN.COM - Electric water pump EV dan katup pendingin EV menjadi inti thermal management EV modern.…
RADARPANGANDARAN.COM - Xiaomi SU7 Ultra menjadi perhatian karena ketahanan banjir dan build quality sasis mobil…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini banyak digunakan untuk menciptakan tampilan visual yang…
RADARPANGANDARAN.COM - Harga iPhone 16 dan iPhone 16 Pro Max resmi turun, membuat iPhone 16…
This website uses cookies.