Maximilian kemudian menceritakan pengalamannya saat mencetak gol dalam derby dan mengakui bahwa ia membenci sepak bola saat kecil, hingga suatu hari tiba-tiba ia mulai menyukainya.
“Ketika aku mencetak gol melawan Inter, aku mencium lambang klub: mencetak gol di derby itu sangat spesial. Aku tidak bisa melakukan apa pun selain berterima kasih kepada mereka,” ujarnya.
“Hingga usiaku 11 tahun, aku benci sepak bola. Aku pikir itu adalah hal terburuk di dunia. Tapi pada usia 11 atau 12 tahun, aku mulai menyukainya,” tuturnya.
“Sebelumnya, tidak ada yang terasa benar, semuanya salah. Aku selalu dibandingkan dengan ayahku, dan itu membuatku tidak nyaman. Namun, akhirnya aku menemukan cinta pada olahraga ini,” sambungnya.
“Suatu hari, aku terbangun dan seperti ada ‘klik’ di kepalaku, dan semuanya berubah,” pungkasnya.
Page: 1 2
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini semakin populer digunakan untuk mengubah foto biasa…
RADARPANGANDARAN.COM - United MX-1200 Li merupakan motor listrik United terbaru dengan baterai lithium 72V dan…
RADARPANGANDARAN.COM - Electric water pump EV dan katup pendingin EV menjadi inti thermal management EV modern.…
RADARPANGANDARAN.COM - Xiaomi SU7 Ultra menjadi perhatian karena ketahanan banjir dan build quality sasis mobil…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini banyak digunakan untuk menciptakan tampilan visual yang…
RADARPANGANDARAN.COM - Harga iPhone 16 dan iPhone 16 Pro Max resmi turun, membuat iPhone 16…
This website uses cookies.