Kapten Portugal menjadi sosok sentral di lini tengah.
Rafael memiliki ketangguhan, kecerdasan, dan kemampuan teknis tinggi.
Selain menjadi pengatur tempo, ia juga disebut sebagai otak tim oleh rekannya Jose Neto.
Perannya menjaga fokus tim sangat menentukan dalam situasi sulit.
2. Anisio Cabral
Penyerang Portugal ini mencetak enam gol sepanjang turnamen.
Cabral tampil eksplosif, tajam, dan efisien memanfaatkan peluang.
Dia mengidolakan Cristiano Ronaldo dan Ronaldo Fenomeno.
Pelatih Bino menyebut Cabral sebagai pemain muda yang haus belajar sehingga terus berkembang di setiap pertandingan.
3. Jakub Pokorny
Kapten Austria ini adalah tembok kokoh di lini belakang. Kepemimpinannya luar biasa.
Pokorny selalu memberikan pidato motivasi sebelum laga yang disebut rekan-rekannya sangat membakar semangat.
Dia merasa timnya solid dan sangat sulit dihentikan saat sedang bersatu.
4. Johannes Moser
Pemain ini menjadi sorotan besar.
Gelandang serang Austria itu kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan delapan gol.
Dia mencetak gol penentu melawan Jepang dan dua gol indah saat menggulung Italia di semifinal.
Kelincahan, kekuatan dan ketajamannya menjadikannya ancaman terbesar bagi Portugal.
Brasil vs Italia Berebut Medali Perunggu
Di laga lain, Brasil dan Italia akan bertarung memperebutkan medali perunggu.
Meski gagal ke final, kedua tim masih memiliki motivasi besar untuk menutup turnamen dengan prestasi terbaik.
Italia ingin mencatat sejarah baru.
Mereka ingin meraih prestasi tertinggi sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia U-17.













