Hasilnya, penderita ADHD lebih mampu mengendalikan emosi, merasa lebih tenang, dan memiliki kontrol diri yang lebih baik. Dengan olahraga rutin, mereka bukan hanya lebih sehat secara fisik, tetapi juga mendapat dukungan besar dalam aktivitas belajar maupun pekerjaan sehari-hari.
Penelitian juga memberikan panduan durasi olahraga yang efektif untuk kesehatan mental:
Jenis olahraga aerobik yang bisa dipilih antara lain berlari, bersepeda, berenang, zumba, atau jalan cepat. Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas tinggi yang jarang dilakukan.
Berbagai temuan memperlihatkan bahwa olahraga aerobik memiliki dampak signifikan, di antaranya:
Olahraga aerobik untuk kesehatan mental terbukti bermanfaat berdasarkan penelitian terbaru tahun 2025 yang mencakup 99 uji klinis. Aktivitas ini membantu mengurangi gejala pada 11 spektrum gangguan mental, mulai dari depresi, kecemasan, skizofrenia, hingga ADHD.
Dengan intensitas sedang minimal 150 menit per minggu atau intensitas berat 75 menit per minggu bisa menjadi terapi sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas hidup. Kini jelas bahwa olahraga bukan hanya tentang fisik, tetapi juga kunci penting untuk menjaga kesehatan mental.
RADARPANGANDARAN.COM - Ada 2 laga Super League atau Liga 1 yang bakal tersaji pada hari…
RADARPANGANDARAN.COM - Penggunaan Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia bisa menjadi langkah kreatif untuk mengubah foto…
RADARPANGANDARAN.COM - Persib bermain imbang dengan Persebaya 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin 2…
RADARPANGANDARAN.COM - MGS5 EV hadir sebagai SUV listrik kompak dengan performa kuat dan harga kompetitif di…
RADARPANGANDARAN.COM - Pelatih Persib, Bojan Hodak terlihat kecewa dengan kepemimpinan wasit pada laga Persebaya vs…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia kini menjadi cara kreatif untuk mengubah foto biasa…
This website uses cookies.