RADARPANGANDARAN.COM – Pengguna mobil listrik di Indonesia terus bertambah karena kendaraan ini hemat energi, minim emisi, dan biaya perawatannya lebih ringan.
Namun, baterai mobil listrik menjadi komponen termahal yang wajib dijaga agar performa mobil listrik tetap optimal bertahun-tahun.
Cara merawat baterai mobil listrik yang benar
Pemilik mobil listrik sebaiknya mengisi daya saat baterai berada di kisaran 20 hingga 30 persen.
Kebiasaan membiarkan baterai benar-benar kosong bisa mempercepat penurunan kualitas sel baterai mobil listrik.
Gunakan charger resmi yang sesuai spesifikasi pabrikan untuk menjaga arus listrik tetap stabil saat pengisian daya.
Charger resmi membantu mencegah risiko kerusakan baterai akibat perangkat pengisian yang tidak kompatibel.
Saat memarkir mobil listrik, pilih area teduh agar suhu baterai tidak meningkat karena paparan panas berlebih.
Panas ekstrem bisa mempercepat degradasi baterai mobil listrik, terutama pada penggunaan harian di cuaca terik.
Aktifkan mode eco saat berkendara untuk membantu menghemat konsumsi daya mobil listrik.
Mode eco membuat sistem kendaraan bekerja lebih efisien sehingga beban pada baterai mobil listrik lebih ringan.
Meski jarang dipakai, mobil listrik tetap membutuhkan pengisian daya secara rutin untuk menjaga kondisi baterai.
Baterai yang terlalu lama kosong berisiko mengalami penurunan performa hingga kerusakan permanen.
Lakukan servis berkala di bengkel resmi agar kondisi baterai mobil listrik terus terpantau dengan baik.
Teknisi biasanya memeriksa suhu, kesehatan sel, hingga sistem pendingin yang mendukung performa baterai mobil listrik.







