Sumber Toyota Global Technical Review menegaskan manfaat pendekatan ini.
Selain itu, jalur pendingin sekunder memungkinkan kontrol suhu lebih akurat.
Dengan cara ini, mesin utama tidak terbebani panas berlebih.
Honda pun menerapkan sub-radiator pada SUV dan mobil performanya.
Menurut Honda Service Manual, sistem ini bekerja optimal saat beban tinggi.
Radiator tambahan aktif ketika suhu meningkat secara signifikan.
Biasanya, kondisi ekstrem memicu sistem ini bekerja penuh.
Contohnya saat kendaraan menanjak panjang atau terjebak macet berat.
Jalur sekunder mempercepat pelepasan panas berlebih.
Hasilnya, suhu kerja mesin tetap stabil.
SAE International menyebut pendekatan ini sebagai thermal load management.
Konsep tersebut sangat penting bagi kendaraan modern.
Springer Automotive Cooling Systems juga menjelaskan manfaat multi-loop cooling.
Radiator ekstra terbukti meningkatkan umur komponen kritis.
Selain itu, sistem ini menekan risiko degradasi oli.
Pendinginan terkontrol akhirnya membuat mesin lebih awet.
Kipas Tambahan dan Auxiliary Cooling Circuit
Kipas tambahan membantu aliran udara saat pendinginan pasif tidak mencukupi.
Sebagai contoh, Honda menggunakan dual cooling fan pada beberapa model.
Sistem elektronik mengatur kipas ini sesuai kebutuhan suhu.
Sementara itu, BMW menerapkan auxiliary cooling circuit berbasis pompa elektrik.
BMW Technical Training System menjelaskan fungsinya untuk melindungi turbocharger.
Pompa elektrik menjaga sirkulasi pendingin tetap aktif.
Bahkan, sistem ini tetap bekerja meski mesin telah dimatikan.







