RADARPANGANDARAN.COM –Â Sistem pendingin tambahan atau auxiliary cooling berperan penting menjaga suhu mesin melalui radiator ekstra dan kipas tambahan.
Pada dasarnya, teknologi ini muncul karena beban panas kendaraan modern terus meningkat.
Sebagai contoh, mesin turbo, hybrid, dan SUV menghasilkan panas jauh lebih tinggi.
Oleh karena itu, sistem pendinginan konvensional kini sering tidak lagi mencukupi.
Auxiliary cooling pun hadir sebagai solusi menjaga performa mesin tetap stabil.
Selain itu, sistem ini secara aktif meningkatkan keandalan komponen dalam jangka panjang.
Kini, pabrikan global mulai mengadopsi teknologi ini secara luas.
Misalnya, Toyota, Honda, dan BMW telah menerapkannya pada berbagai model.
Secara teknis, sistem ini bekerja berdampingan dengan pendingin utama.
Dengan demikian, sistem mendistribusikan panas secara lebih efisien.
Mobil modern pun kini mengandalkan beberapa jalur pendingin sekaligus.
Tujuannya jelas, yakni memastikan setiap komponen bekerja optimal.
Akibatnya, beban panas tidak lagi terpusat pada satu radiator.
Kondisi ini efektif mengurangi risiko overheat saat penggunaan berat.
Tak hanya itu, auxiliary cooling juga membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Pendinginan yang stabil membuat mesin bekerja lebih presisi.
Radiator Ekstra dan Jalur Pendingin Sekunder
Radiator ekstra secara khusus menangani panas tambahan dari komponen tertentu.
Sebagai rujukan, Toyota menjelaskan penerapannya pada sistem hybrid modern.
Pada sistem tersebut, radiator ini mendinginkan inverter dan motor listrik terpisah.












