Bahaya Cairan Tubeless pada Sepeda Listrik, Bisa Picu Korosi dan Bikin Boncos?

RADARPANGANDARAN.COM – Penggunaan cairan tubeless pada sepeda listrik kini jadi sorotan karena disebut bisa memicu masalah serius pada komponen kendaraan.

Banyak pengguna sepeda listrik menganggap cairan tubeless sebagai solusi cepat saat ban bocor mendadak di jalan.

Padahal, pengalaman teknisi di lapangan menunjukkan cairan tubeless justru bisa memunculkan persoalan baru yang tidak murah.

Bahaya cairan tubeless pada sepeda listrik

Cairan tubeless umumnya berisi campuran air, lateks, karet, dan bahan kimia lain yang punya sifat menempel.

Sifat adhesif ini memang membantu menutup celah kebocoran kecil pada ban tubeless dalam kondisi tertentu.

Namun, saat cairan tubeless terus berada di dalam roda terlalu lama, residunya bisa menumpuk pada bagian velg.

Endapan tersebut berpotensi memicu korosi velg, terutama jika pemakaian berlangsung berbulan-bulan tanpa pembersihan.

Masalah ini menjadi lebih serius karena banyak sepeda listrik memakai dinamo BLDC yang terpasang langsung pada roda belakang.

Ketika korosi velg mulai muncul, performa dinamo BLDC bisa ikut terdampak karena komponen saling terhubung.

Di dalam dinamo BLDC terdapat sensor, lilitan tembaga, magnet, dan bagian penting lain yang menunjang performa sepeda listrik.

Jika gangguan mulai muncul, tenaga sepeda listrik bisa menurun, respons melambat, bahkan biaya servis ikut membengkak.

Perdebatan ban tubeless dan solusi kebocoran

Meski begitu, tidak semua pengguna sepeda listrik sepakat bahwa cairan tubeless sepenuhnya buruk untuk digunakan.