RADARPANGANDARAN.COM – Motor yang dicuci dengan steam sering bermasalah karena banyak orang belum memahami risiko penggunaan tekanan tinggi.
Terutama pada area sensitif yang mudah terkena air.
Air bertekanan kuat bisa menyusup ke soket, sensor, atau ECU.
Risiko ini semakin besar ketika pemilik motor tidak mengeringkannya dengan benar.
Beberapa media resmi bahkan mengingatkan efek sampingnya.
Suzuki Indonesia menjelaskan bahwa semprotan bertekanan tinggi dapat merusak komponen elektrik jika pengguna mengarahkannya langsung ke soket atau ECU.
Pemilik motor harus mengeringkan seluruh bagian kendaraan setelah terkena semprotan.
Area Sensitif Motor yang Harus Dihindari Saat Steam
Area sensitif motor jadi titik paling berbahaya saat steam.
Air bertekanan tinggi bisa menembus celah kecil yang tidak terlihat.
Banyak bengkel mengakui hal ini.
Cuci steam bertekanan tinggi dapat menyebabkan air merembes ke bagasi skutik.
Air bisa mencapai ECU karena bagasi tidak sepenuhnya kedap.
Bahkan banyak kasus nyata kerusakan ECU akibat penyemprotan langsung ke area bagasi.
Sensor modern juga semakin sensitif.
Teknologi motor baru memakai banyak sambungan elektronik.
Jika lembap, fungsi sensor bisa terganggu.
Disarankan agar tidak menyemprot langsung bagian soket, aki, starter, hingga tutup busi.
Semua sumber resmi sepakat bahwa pengguna harus menghindari semprotan bertekanan tinggi.
Bagian kelistrikan motor tidak mampu menerima tekanan semprotan yang terlalu kuat.
Cara Menghindari Water Hammer Saat Cuci Motor
Water hammer tidak hanya terjadi pada mobil, motor juga bisa kena jika air masuk ke ruang bakar.













