RADARPANGANDARAN.COM – Knalpot underbelly motor berpotensi menyalurkan panas ke CVT sehingga meningkatkan risiko seal rusak jika pelindung panas tidak bekerja optimal.
Desain ini populer karena tampilan rapi.
Namun, posisi knalpot berada dekat mesin.
Radiasi panas menjadi sulit dihindari akibat kondisi tersebut.
Panas berlebih memicu efek heat soak.
Efek ini terjadi saat panas terperangkap.
CVT menjadi area paling terdampak.
Seal dan karet berada dekat sumber panas.
Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting.
Honda menegaskan hal ini dalam manual servisnya.
Pabrikan menyarankan inspeksi lebih sering.
Pelindung panas menjadi komponen wajib.
Tanpa pelindung, panas menyebar langsung.
Seal CVT bisa mengeras lebih cepat.
Risiko kebocoran pun meningkat.
Masalah ini sering muncul perlahan.
Pengendara kerap tidak menyadarinya.
Dampak Panas Knalpot Underbelly ke CVT dan Mesin
Knalpot underbelly motor menghasilkan panas yang merambat ke area CVT dan mesin.
Yamaha menjelaskan risiko heat soak.
Panas kontinu memengaruhi seal oli.
Seal CVT bisa kehilangan elastisitas.
Akibatnya, kebocoran grease mudah terjadi.
CVT bekerja dalam ruang tertutup.
Kondisi ini memperparah penumpukan panas.
Yamaha menyarankan inspeksi visual berkala.
Suzuki juga menegaskan fungsi heat insulator.
Pelindung panas melindungi komponen internal.
Bukan hanya demi kenyamanan pengendara.
Suzuki di dalam Service Manualnya menyebut risiko O-ring bocor.
Paparan panas mempercepat penuaan karet.
SAE International meneliti degradasi elastomer.
Hasilnya, suhu tinggi memicu retak mikro.







