RADARPANGANDARAN.COM – Sepeda listrik anak kembali jadi sorotan karena dianggap kurang aman dipakai pelajar SD dan SMP di jalan raya.
Konten kreator kendaraan listrik, Ridwan, menyarankan orang tua lebih memilih sepeda biasa dibanding sepeda listrik murah.
Menurutnya, sepeda listrik anak memiliki risiko tinggi karena memakai gas spontan yang sulit dikendalikan anak-anak.
Ridwan membagikan pendapat itu melalui akun media sosial miliknya, @wanridwanarif.
Ia mengaku sering mendapat pertanyaan soal sepeda listrik murah dan bagus untuk anak sekolah.
Bahaya sepeda listrik untuk anak sekolah
Ridwan menilai sepeda listrik kurang cocok dipakai anak sekolah yang masih belum stabil mengendalikan kendaraan.
Ia menegaskan gas spontan pada sepeda listrik bisa memicu kecelakaan dalam situasi mendadak.
Anak-anak juga cenderung belum memiliki refleks matang saat menghadapi kondisi jalan ramai.
Karena itu, risiko tabrakan dengan kendaraan lain menjadi lebih besar.
Ridwan bahkan mengaku khawatir melihat banyak anak memakai sepeda listrik tanpa perlengkapan keamanan.
Beberapa anak terlihat tidak memakai helm, sepatu, atau pelindung tambahan saat berkendara.
Padahal, kecepatan sepeda listrik bisa mencapai 40 kilometer per jam dan tetap berbahaya.
Menurutnya, kebiasaan anak yang suka kebut-kebutan juga memperbesar potensi kecelakaan.
Ia takut anak kehilangan kontrol saat menarik gas secara tiba-tiba di jalan raya.
Kalau sampai menabrak orang atau kendaraan lain, dampaknya bisa mencelakai banyak pihak.
Sepeda biasa dianggap lebih sehat
Ridwan justru menyarankan orang tua membeli sepeda biasa untuk anak sekolah.







