RADARPANGANDARAN.COM – Panas ekstrem mobil di perkotaan terjadi akibat urban heat mobil yang mempercepat kerusakan ECU, kabel, plastik, dan sistem pendingin kendaraan.
Fenomena ini umum terjadi di kota besar.
Suhu lingkungan perkotaan cenderung lebih tinggi.
Suhu kota bisa naik hingga tujuh derajat.
Akibatnya, mobil menerima beban panas tambahan.
Paparan panas terjadi saat parkir dan berkendara.
Kondisi ini mempercepat penuaan komponen kendaraan.
Pabrikan menyebut panas ekstrem berdampak sistemik.
Karena itu, pemilik mobil perlu memahami risikonya.
Transisi ke aspek teknis menjadi penting.
Setiap komponen merespons panas secara berbeda.
Namun, efek akhirnya tetap merugikan.
Panas tinggi menurunkan keandalan kendaraan harian.
Mobil modern semakin sensitif terhadap suhu.
Teknologi canggih membutuhkan perlindungan ekstra.
Dampak Panas Kota terhadap ECU, Kabel, dan Plastik
Bosch Mobility Solutions menjelaskan panas mempercepat degradasi modul elektronik kendaraan.
ECU bekerja optimal dalam rentang suhu tertentu.
Suhu tinggi mempercepat retakan mikro pada solder.
Fenomena ini dikenal sebagai heat cycling.
SAE International menyebut heat cycling meningkatkan kegagalan elektronik.
Kondisi tersebut sering terjadi di area perkotaan.
Selain ECU, kabel juga terdampak panas.
Kabel ruang mesin paling rentan terkena panas.
Retakan kecil bisa memicu korsleting listrik.
Masalah ini sering sulit dideteksi dini.
Karena itu, inspeksi visual sangat disarankan.
Transisi ke material plastik juga penting.
Toyota menjelaskan plastik interior bisa berubah bentuk.







