Pada mobil FWD, rotasi ban sangat dianjurkan secara berkala.
Rotasi ban ideal dilakukan setiap 8.000 hingga 10.000 kilometer.
Ban depan dipindahkan ke belakang untuk meratakan keausan.
Langkah ini membuat usia pakai ban lebih panjang.
Gaya berkendara juga memengaruhi keawetan ban.
Akselerasi mendadak mempercepat keausan ban depan.
Pengereman keras membuat tapak ban cepat terkikis.
Menikung agresif juga merusak pola keausan ban.
Berkendara halus membuat ban lebih awet dan aman.
Efisiensi bahan bakar juga ikut meningkat.
Pemeriksaan kaki-kaki mobil tidak boleh diabaikan.
Tie rod aus sering menyebabkan ban habis sebelah.
Ball joint longgar memengaruhi kestabilan roda.
Bushing arm rusak mengubah sudut roda secara perlahan.
Shock absorber lemah membuat ban bekerja tidak seimbang.
Ban baru pun bisa cepat rusak bila kaki-kaki bermasalah.
Hindari kebiasaan naik trotoar sembarangan.
Benturan keras dapat merusak velg dan sudut roda.
Lewati lubang jalan dengan kecepatan rendah.
Polisi tidur sebaiknya dilalui secara perlahan.
Benturan berulang mempercepat kerusakan ban.
Ban mobil botak sebelah bukan kondisi yang wajar.
Masalah ini bisa dicegah dengan perawatan rutin.
Spooring rutin menjaga sudut roda tetap ideal.
Tekanan angin tepat menjaga tapak ban merata.
Rotasi ban teratur memperpanjang usia ban.
Gaya berkendara bijak meningkatkan keselamatan jalan.
Perawatan sederhana membantu menghemat biaya jangka panjang.







