RADARPANGANDARAN.COM –Â Parkir lama mobil listrik berdampak langsung pada baterai, terutama jika pemilik tidak menjaga SoC ideal sejak awal.
Secara umum, banyak pemilik EV masih mengabaikan kondisi baterai saat mobil jarang digunakan.
Padahal, baterai lithium-ion tetap menjalankan reaksi kimia meski kendaraan tidak bergerak.
Karena itu, pemilik perlu memperhatikan kebiasaan parkir lama secara serius.
Jika pemilik salah memperlakukan baterai, degradasi dapat terjadi lebih cepat.
Penurunan kapasitas ini bersifat permanen dan tidak dapat dipulihkan.
Risiko tersebut meningkat ketika pemilik menyimpan baterai terlalu penuh atau hampir habis.
Selain itu, suhu lingkungan turut memengaruhi kesehatan baterai.
Parkir lama di area panas mempercepat proses penuaan baterai.
Oleh sebab itu, pemilik perlu mengatur SoC sebagai langkah pencegahan utama.
Sejak lama, panduan resmi pabrikan global telah menekankan hal ini.
Tesla, Hyundai, dan Nissan memberikan rekomendasi yang relatif serupa.
Semua pabrikan tersebut menekankan pentingnya SoC menengah saat parkir lama.
Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga umur baterai.
Dampak Parkir Lama terhadap Baterai Mobil Listrik
Parkir lama memicu calendar aging pada baterai mobil listrik.
Calendar aging tetap berlangsung meski kendaraan tidak digunakan sama sekali.
Menurut Tesla Owner’s Manual, pemilik tidak boleh menyimpan baterai di 0 atau 100 persen.
Kondisi ekstrem tersebut mempercepat degradasi struktur kimia baterai.
Hyundai juga menegaskan risiko serupa dalam manual IONIQ Electric.












