RADARPANGANDARAN.COM –Â Bau oli terbakar motor sering muncul akibat seal klep bocor, oli menetes ke knalpot, atau ventilasi crankcase bermasalah.
Umumnya, pengendara mencium bau ini saat memanaskan mesin.
Awalnya, bau terasa ringan namun muncul konsisten ketika mesin bekerja.
Karena itu, banyak pemilik motor menganggap kondisi tersebut masih normal.
Padahal, bau ini menandakan oli terbakar di area mesin bersuhu tinggi.
Kondisi ini sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.
Oli terbakar dapat memicu kerusakan lanjutan pada mesin.
Selain itu, konsumsi oli biasanya ikut meningkat.
Seiring waktu, performa mesin perlahan menurun jika pengendara mengabaikannya.
Oleh sebab itu, pemilik motor perlu mengenali penyebabnya sejak awal.
Beberapa komponen mesin berperan langsung dalam masalah ini.
Seal klep menjadi penyebab paling umum.
Selain itu, sistem ventilasi crankcase juga memengaruhi kondisi mesin.
Sayangnya, pemilik motor sering melewatkan pemeriksaan kedua komponen ini.
Dengan pemahaman dasar, pengendara dapat mencegah kerusakan besar.
Seal Klep Bocor dan Oli Masuk Ruang Bakar
Seal klep berfungsi menahan oli agar tidak masuk ke ruang bakar.
Komponen ini bekerja terus-menerus di area bersuhu tinggi.
Seiring pemakaian, material seal perlahan mengeras.
Ketika aus, seal memungkinkan oli merembes melewati batang klep.
Oli tersebut kemudian ikut terbakar bersama bahan bakar.
Proses ini menimbulkan bau oli terbakar pada motor.
Terkadang, knalpot juga mengeluarkan asap putih tipis.
Biasanya, gejala ini terasa jelas saat mesin sudah panas.







