Jaga tekstur kulit tetap realistis dan natural tanpa terlihat seperti buatan ai.”
Prompt 2:
“Ubah posisi saya menjadi duduk di kursi kayu dekat jendela dengan cahaya matahari masuk dari samping kiri.
Biarkan saya menoleh sedikit ke arah cahaya dengan ekspresi tenang dan tatapan hidup.
Tambahkan efek warna rgb tipis di garis rambut dan bahu.
Buat suasana ruangan terlihat vintage dengan nuansa estetik dan sinematik.
Pertahankan detail wajah agar tetap realistis dan fotogenik seperti hasil kamera analog.”
Prompt 3:
“Atur pose saya berjalan perlahan di trotoar dengan satu kaki melangkah ke depan dan tangan bergerak natural.
Arahkan pandangan lurus ke depan dengan ekspresi dramatis namun tidak berlebihan.
Tambahkan latar gedung tua dengan tekstur dinding klasik.
Sisipkan efek kamera berupa chromatic aberration yang terlihat halus di tepi bangunan.
Gunakan pencahayaan redup seperti sore mendung agar terasa sinematik.”
Prompt 4:
“Posisikan saya bersandar di dinding bata dengan kedua tangan menyilang di dada.
Buat kepala sedikit menunduk lalu mata menatap kamera secara tajam dan hidup.
Tambahkan efek kamera lama dengan grain tipis dan pergeseran warna rgb lembut.
Ciptakan suasana dramatis dengan bayangan kontras namun tetap natural.
Pastikan detail wajah tetap realistis tanpa kesan digital berlebihan.”
Prompt 5:
“Ubah pose saya menjadi seolah sedang duduk di tangga luar ruangan dengan siku bertumpu di lutut.
Arahkan tatapan mata ke samping kanan dengan ekspresi reflektif dan tenang.
Tambahkan latar langit senja dengan warna jingga lembut.










