RADARPANGANDARAN.COM – Tiga raksasa BYD, Geely, dan Toyota kini bertarung agresif membawa mobil pintar berfitur ADAS ke segmen menengah.
Mereka tidak hanya bersaing dalam inovasi, tetapi juga menguji kesiapan pengemudi Indonesia terhadap teknologi semi-otonom.
Kondisi jalan yang padat dan marka yang tidak seragam menjadi ujian utama bagi teknologi ini.
Smart driving, yang dulu hanya muncul di kelas premium, kini masuk ke mobil harian.
Contohnya seperti BYD Atto 3, Geely Zeekr X, dan Toyota RAV4.
BYD Smart Driving Sebagai Standar Baru
BYD menjadi yang paling agresif dengan sistem DiPilot yang dibagi ke dalam tiga tingkatan: 100, 300, dan 600.
Setiap versi memiliki kemampuan adaptif berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan pengemudi.
BYD juga mempercepat evolusi e-Platform 3.0 menuju 4.0 demi efisiensi energi dan kontrol yang lebih presisi.
Mengutip dari Reuters dan CnEVPost, BYD memberikan fitur ADAS secara gratis di semua model, termasuk Atto 3, Dolphin, dan Seal.
Langkah ini mengubah peta pasar karena memaksa pesaing meninjau ulang strategi harga dan fitur mereka.
BYD melengkapi sistemnya dengan NOA (Navigation on Autopilot) dan Traffic Jam Assist (TJA).
Fitur tersebut membuat mobil bisa bergerak otomatis saat macet dan berpindah jalur dengan aman di jalan tol.
Namun, mengutip dari Wired, sistem “God’s Eye” masih memerlukan peningkatan akurasi karena sensor kesulitan membaca marka jalan yang pudar.
Meskipun begitu, pengguna tetap memuji performanya karena mobil terasa lebih mudah dikendalikan di lalu lintas padat.







