Beberapa penelitian Indonesia juga menerapkan resin penukar ion (Amberlite) dan teknik netralisasi asam untuk meningkatkan kualitas UCO sebelum reaksi, sehingga menghasilkan biodiesel yang memenuhi standar.
Indonesia bergerak cepat memanfaatkan UCO untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF), Pertamina dan pelaku industri melaporkan upaya pengembangan SAF berbasis UCO, sejalan dengan rencana pemerintah mendorong blend SAF pada rute internasional.
UCO yang diolah menjadi SAF harus melalui proses upgrading (hidro-deoxygenation, hidrokraking) agar memenuhi spesifikasi penerbangan. Laporan perdagangan dan kebijakan menyebut UCO sebagai komoditas strategis untuk SAF dan biodiesel.
Di sisi lain, UCO mudah dikonversi menjadi sabun rumah tangga, biolubricant (dengan esterifikasi lanjutan), atau bahan baku kimia (metanolisis → gliserol → bahan kimia bernilai). Model ekonomi sirkular menilai bahwa diversifikasi produk ini meningkatkan kelayakan dan menurunkan risiko pasar.
RADARPANGANDARAN.COM - Jimny RC Offroad dan Suzuki Jimny tampil menarik di IIMS 2026 melalui Mini…
RADARPANGANDARAN.COM - Backup konfigurasi sistem EV wajib dilakukan sebelum update software atau reprogramming ECU. Sebab, update…
RADARPANGANDARAN.COM - Oppo Reno 12 dan Harga Reno 12 turun Februari 2026 membuat HP midrange…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia membuka cara baru untuk menghidupkan suasana dalam sebuah…
RADARPANGANDARAN.COM - Suzuki eVitara resmi hadir sebagai SUV listrik Suzuki dengan harga eVitara menarik dan…
RADARPANGANDARAN.COM - Taman minimalis dengan AC outdoor tetap terlihat indah jika penataan mengikuti standar clearance dan…
This website uses cookies.