RADARPANGANDARAN.COM – Memasuki musim hujan, banyak pemilik kendaraan sering mengabaikan perlindungan cat bodi mobil mereka.
Padahal, air hujan yang bersifat asam bisa mengikis lapisan cat bodi mobil dan mempercepat munculnya karat, terutama di komponen bawah mobil.
Menurut Toyota Astra Motor, cipratan air dan lumpur di kolong kendaraan bisa menyebabkan korosi pada sasis, rangka, dan saluran air.
Jika hal ini dibiarkan, kerusakan dapat menyebar ke sistem knalpot dan bagian bawah pintu.
Itu sebabnya, perawatan mobil hujan tak bisa hanya sekadar mencuci bagian luar.
Untuk menjaga mobil tetap awet, mengilap, dan bebas karat meski sering melintasi jalan basah atau berlumpur.
Pemilik kendaraan perlu melakukan langkah pencegahan menyeluruh.
Langkah Perlindungan Cat dan Bodi dari Karat
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah rutin mencuci mobil, terutama setelah mobil terkena air hujan.
Mengutip dari Suzuki Indonesia, air hujan mengandung mineral korosif yang bisa merusak lapisan pelindung cat jika dibiarkan mengering.
Setelah mencuci mobil, segera lakukan proses waxing agar lapisan cat memiliki perlindungan tambahan terhadap air dan debu.
Jika ingin hasil maksimal, kamu bisa menambahkan paint protection film (PPF) seperti yang direkomendasikan WrapStation, untuk perlindungan jangka panjang.
Lapisan PPF membantu menahan goresan ringan sekaligus melindungi permukaan cat dari oksidasi air hujan.
Selanjutnya, lakukan penyemprotan anti-karat di kolong mobil.
Bagian ini sangat rentan terhadap air dan lumpur yang menempel saat melintasi genangan.







