RADARPANGANDARAN.COM – Mesin mobil di iklim tropis bekerja jauh lebih panas.
Kemacetan, suhu udara tinggi, dan perjalanan jarak jauh memberi tekanan besar pada sistem pendingin.
Karena itu, pemilihan coolant mobil yang tepat menjadi hal wajib.
Banyak orang masih menilai kualitas coolant dari warnanya.
Padahal warna seperti coolant merah atau coolant hijau bukan lagi acuan utama.
Mengutip dari Prestone, warna kini hanya pewarna tambahan tanpa standar baku.
Yang benar-benar penting adalah teknologi pendingin, komposisi glycol, dan inhibitor anti-karatnya.
Coolant yang tepat dapat menjaga titik didih tinggi, melindungi aluminium, dan mencegah korosi.
Mengutip dari Supercheap Auto bahwa coolant harus kompatibel dengan material mesin dan mampu menangani panas ekstrem.
Hal ini sangat relevan di Indonesia yang memiliki suhu jalanan lebih tinggi.
Perbedaan Coolant Merah, Coolant Hijau, dan Coolant Biru
Coolant hijau umumnya memakai teknologi IAT atau Inorganic Additive Technology.
Jenis ini sering dipakai mobil lama dan butuh penggantian lebih sering.
Prestone menyebut interval IAT sekitar dua tahun atau 60.000 mil.
Sementara coolant merah dan biru biasanya memakai teknologi OAT atau Extended Life Coolant.
Jenis ini bertahan lebih lama karena memakai inhibitor organik.
Mengutip dari Prestone umur OAT bisa mencapai lima tahun dalam pemakaian normal.
Tidak ada aturan warna yang mengikat jenis kimia tertentu.
Produsen bisa memberi warna berbeda pada teknologi yang sama.
Karena itu, jangan memilih coolant hanya berdasarkan warna botol.







