RADARPANGANDARAN.COM – Saat musim hujan datang, sistem kelistrikan mobil menjadi komponen yang paling rentan mengalami gangguan.
Gejala seperti sekring mobil yang tiba-tiba putus atau lampu tidak menyala sering muncul tanpa peringatan.
Kondisi kabel mobil lembap dapat memicu korsleting pada area konektor yang tidak terlindungi dengan baik.
Sementara relay bermasalah sering menyebabkan komponen elektrik mati mendadak.
Suzuki Indonesia menjelaskan bahwa kabel atau konektor yang terkorosi dapat menurunkan kualitas penghantaran listrik.
Masalah ini dapat menimbulkan gangguan pada sekring dan relay jika tidak segera ditangani.
Otospector juga menyebut sekring putus menjadi tanda adanya arus berlebih atau hubungan pendek di rangkaian listrik.
Karena itu, mengenali gejalanya sejak awal sangat penting untuk mencegah kerusakan besar.
Kenali Gejala Sekring Putus dan Kabel Lembap
Sekring berfungsi sebagai pelindung rangkaian elektrik ketika terjadi arus berlebih.
Jika sekring putus, komponen yang dilindungi langsung berhenti berfungsi.
Otospector menjelaskan bahwa ini adalah mekanisme pengaman untuk mencegah kerusakan komponen lain.
Pada musim hujan, kabel mobil lembap menjadi penyebab umum korsleting ringan.
Suzuki menjelaskan bahwa kelembapan pada kabel dapat memicu karat.
Karena itu, pemeriksaan kabel wajib dilakukan lebih sering pada musim hujan.
Kabel yang lembap juga bisa membuat konektor melemah dan menghentikan aliran listrik.
Bosch Car Service menambahkan bahwa kelembapan dapat merusak terminal relay serta menyebabkan oksidasi.








