Dampaknya mungkin tidak terasa setiap bulan, namun dalam jangka panjang biaya tambahan cukup signifikan.
Selain pemborosan listrik, charger menancap listrik juga menimbulkan risiko keamanan yang sering diabaikan.
Adaptor berkualitas rendah cenderung mengalami peningkatan suhu ketika terus terhubung ke aliran listrik.
Panas berlebih dapat mempercepat kerusakan komponen internal adaptor dan mengurangi umur pakai perangkat.
Dalam kondisi tertentu, panas berlebihan meningkatkan potensi korsleting terutama pada instalasi listrik kurang baik.
Lonjakan tegangan listrik juga dapat memperbesar risiko kerusakan adaptor jika terus terhubung sepanjang waktu.
Karena itu, pengamat kelistrikan rumah tangga menyarankan perubahan kebiasaan sederhana demi efisiensi energi.
Langkah paling mudah adalah mencabut charger segera setelah proses pengisian daya perangkat selesai.
Kebiasaan kecil ini membantu mengurangi phantom load sekaligus memperpanjang usia adaptor charger.
Selain mencabut adaptor, penggunaan terminal listrik dengan saklar on/off dapat mempermudah pemutusan arus listrik.
Pengguna cukup menekan saklar tanpa perlu mencabut setiap perangkat yang terhubung satu per satu.
Solusi praktis lain adalah menggunakan stop kontak pintar dengan fitur timer otomatis pemutus listrik.
Timer memungkinkan aliran listrik terputus sesuai waktu yang ditentukan, sehingga menghindari vampire power.
Teknologi ini cocok digunakan pada rumah dengan banyak perangkat elektronik aktif sepanjang hari.
Selain itu, memilih charger original atau bersertifikasi keamanan sangat penting untuk mengurangi risiko panas berlebih.













