RADARPANGANDARAN.COM –Â Regen agresif pada pengereman regeneratif memengaruhi suspensi dan kenyamanan karena meningkatkan gaya deselerasi secara signifikan.
Secara umum, banyak pengemudi kendaraan listrik merasakan perlambatan mendadak saat mengaktifkan mode regen tinggi.
Akibatnya, kendaraan merespons berbeda dibandingkan sistem pengereman konvensional.
Selain itu, regen maksimal mengubah distribusi gaya ke setiap roda.
Karena itu, desainer harus memperhatikan interaksi antara regen dan sistem suspensi.
Penelitian teknik otomotif menyebut insinyur perlu mengintegrasikan desain suspensi dengan sistem regen.
Tujuannya, mereka dapat meningkatkan efisiensi energi tanpa mengorbankan stabilitas kendaraan.
Namun, pengaturan regen yang terlalu agresif meningkatkan gaya deselerasi secara tajam.
Perubahan gaya tersebut langsung memengaruhi sasis dan roda.
Akibatnya, suspensi menerima beban yang berbeda dari kondisi normal.
Oleh sebab itu, insinyur harus menghitung pengaturan kontrol regen secara matang.
Beberapa studi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara energi dan kenyamanan.
Selain efisiensi, pabrikan tetap memprioritaskan stabilitas kendaraan.
Transisi gaya mendadak dapat mengubah karakter kerja suspensi saat berkendara.
Karena itu, produsen tidak merancang sistem regen secara terpisah dari sistem lain.
Hubungan Pengereman Regeneratif dan Respons Sistem Suspensi
Pengereman regeneratif menghasilkan gaya perlambatan berbeda dibandingkan rem mekanis konvensional.
Motor listrik langsung menciptakan gaya tersebut saat kendaraan melambat.







