Selain itu, beberapa kendaraan listrik modern memungkinkan pengemudi mengatur intensitas regen.
Mode agresif menghasilkan perlambatan kuat tanpa menekan pedal rem.
Akibatnya, roda depan menerima beban lebih cepat.
Perubahan ini kemudian meningkatkan kompresi suspensi bagian depan.
Studi teknik menunjukkan intensitas braking memengaruhi dinamika kendaraan secara signifikan.
Artinya, semakin tinggi gaya regen, semakin besar transfer beban terjadi.
Transfer beban tersebut berinteraksi langsung dengan sistem suspensi.
Jika teknisi tidak menyetel suspensi dengan tepat, kenyamanan dapat menurun.
Namun, pabrikan biasanya merancang kendaraan secara terintegrasi.
Mereka mengombinasikan kontrol elektronik dengan karakter suspensi secara menyeluruh.
Karena itu, kendaraan modern tetap terasa stabil meski regen aktif.
Meski demikian, jalan kasar dapat memperkuat efek perubahan gaya tersebut.
Pada kecepatan rendah, pengemudi biasanya merasakan perubahan gaya lebih jelas.
Selain itu, bobot baterai kendaraan listrik turut memengaruhi respons suspensi.
Distribusi massa yang berbeda ikut mengubah karakter kerja suspensi.
Apakah Regen Agresif Mengurangi Kenyamanan Kendaraan?
Beberapa penelitian optimasi kontrol regen menyoroti pentingnya menjaga kenyamanan kendaraan.
Secara prinsip, sistem regen harus menyeimbangkan efisiensi energi dan stabilitas.
Jika pengemudi mengatur kontrol terlalu agresif, kendaraan terasa seperti mengerem tiba-tiba.
Akibatnya, penumpang dapat merasakan hentakan ringan ke depan.
Namun demikian, efek tersebut tidak berarti suspensi cepat rusak.













