Penelitian tidak menunjukkan regen agresif mempercepat keausan suspensi secara langsung.
Sebaliknya, para peneliti menekankan penerapan strategi kontrol yang adaptif.
Kontrol adaptif membantu sistem menyesuaikan gaya sesuai kondisi jalan.
Selain itu, sensor kendaraan membaca kecepatan dan beban secara real-time.
Sistem kemudian menyesuaikan intensitas regen secara otomatis.
Karena itu, kendaraan tetap menjaga kenyamanan dalam batas normal.
Di sisi lain, pengemudi dapat memilih mode regen sesuai preferensi.
Mode ringan memberikan pengalaman deselerasi yang lebih halus.
Sementara itu, mode agresif membantu memaksimalkan efisiensi energi.
Pilihan tersebut memberi fleksibilitas tanpa mengurangi stabilitas.
Desainer suspensi modern telah mempertimbangkan karakter kerja regen sejak awal.
Dengan integrasi tersebut, kendaraan tetap nyaman untuk penggunaan harian.
RADARPANGANDARAN.COM - Konsep taman minimalis yang tepat membuat taman bersih dari daun tetangga melalui penataan arah…
RADARPANGANDARAN.COM - Vivo V70 Elite menjadi HP mid-range dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan kamera…
RADARPANGANDARAN.COM - Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia menjadi pendekatan kreatif yang semakin diminati untuk mengembangkan…
RADARPANGANDARAN.COM - Harga Suzuki eVX dan Suzuki eVX Indonesia menjadi sorotan, SUV listrik menawarkan jarak…
RADARPANGANDARAN.COM - Hyundai menghadirkan The all-new SANTA FE 2026 sebagai SUV keluarga premium berteknologi Hyundai SmartSense.…
RADARPANGANDARAN.COM - Suzuki XBee hadir sebagai mobil compact SUV bergaya city car dengan teknologi mild…
This website uses cookies.