Selain itu, peningkatan distorsi harmonik menjadi sinyal awal gangguan.
Penelitian fault diagnosis inverter membahas pola harmonik tersebut secara rinci.
Harmonisa tinggi biasanya muncul akibat stres pada transistor daya.
Selanjutnya, teknisi perlu memantau perubahan RMS arus secara berkala.
Riset Croccolo dan tim menunjukkan friksi internal memengaruhi sistem listrik.
Namun, pada inverter EV, parameter listrik memegang peran lebih dominan.
Sistem diagnosis inverter EV modern memanfaatkan sensor presisi tinggi.
Sensor tersebut membaca perubahan mikro sebelum fault besar muncul.
Karena itu, pabrikan mengandalkan monitoring real-time sebagai solusi preventif.
Selain itu, sistem kendaraan menampilkan fault code inverter melalui OBDe diagnostic.
Teknisi profesional kemudian menggunakan scan tool khusus EV.
Scan tool tersebut membaca kode error terkait power electronics.
Manual servis OEM juga menyediakan panduan interpretasi kode secara detail.
Dengan demikian, teknisi dapat mengisolasi sumber masalah lebih cepat.
Pendekatan ini sekaligus mengurangi risiko kerusakan menyeluruh pada sistem.
Pentingnya Diagnosis Inverter EV Sebelum Terlambat
Inverter lemah EV sering tidak menunjukkan gejala langsung.
Namun, pengemudi biasanya merasakan akselerasi yang kurang konsisten.
Selain itu, efisiensi energi kendaraan dapat menurun perlahan.
Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin.
Makalah fault diagnosis sistem EV menegaskan pentingnya isolasi gangguan sejak dini.
Isolasi dini membantu mencegah kerusakan komponen mahal lainnya.













