RADARPANGANDARAN.COM – Driver Monitoring System pada Mobil 2026 kini mampu mendeteksi kantuk dan dalam kondisi tertentu menghentikan kendaraan otomatis demi keselamatan.
Industri otomotif global terus bergerak menuju era keselamatan berbasis teknologi canggih.
Pabrikan besar berlomba menyematkan fitur keselamatan mobil berbasis kecerdasan buatan.
Salah satu teknologi yang mencuri perhatian ialah Driver Monitoring System atau DMS.
Sistem ini dirancang untuk memantau kondisi pengemudi secara real-time selama perjalanan.
Mobil 2026 banyak yang sudah mengadopsi teknologi ini sebagai standar baru.
DMS bekerja menggunakan kamera inframerah dan sensor pintar di dashboard.
Perangkat tersebut mengamati gerakan mata dan arah pandangan pengemudi.
Sistem juga membaca frekuensi kedipan serta posisi kepala secara detail.
Bahkan ekspresi wajah ikut dianalisis untuk mendeteksi tanda kelelahan.
Saat pengemudi mengantuk, sistem langsung mengirim peringatan dini.
Peringatan bisa berupa suara alarm yang cukup keras.
Notifikasi visual muncul di panel instrumen depan pengemudi.
Beberapa model menambahkan getaran pada setir kemudi.
Tujuannya sederhana, mengembalikan fokus sebelum risiko kecelakaan meningkat.
Fitur keselamatan mobil ini membantu mencegah microsleep saat berkendara jauh.
Microsleep sering terjadi tanpa disadari dan sangat berbahaya.
Karena itu Driver Monitoring System menjadi solusi pencegahan efektif.
Namun banyak orang bertanya, apakah mobil bisa berhenti sendiri.
Jawabannya tergantung pada kombinasi teknologi ADAS yang terpasang.








