RADARPANGANDARAN.COM – ECO Indicator motor matic menjadi penanda penting efisiensi BBM, terutama saat menghadapi tanjakan pada motor matic 2026.
ECO Indicator dirancang untuk membantu pengendara menjaga konsumsi bahan bakar tetap efisien setiap perjalanan.
Namun, banyak pengguna motor matic mengeluhkan indikator ini sering mati ketika melewati jalan menanjak.
Kondisi tersebut membuat sebagian pengendara mengira sistem ECO Indicator tidak berfungsi optimal.
Padahal, indikator ini masih bisa menyala jika gaya berkendara dan pengaturan motor dilakukan dengan tepat.
ECO Indicator bukan sekadar lampu hiasan pada panel instrumen motor matic modern.
Lampu ini menunjukkan efisiensi kerja mesin dan sistem injeksi bahan bakar secara real time.
Jika indikator mati, berarti mesin bekerja di luar zona efisiensi yang disarankan pabrikan.
Pada motor matic terbaru 2026, sistem ECO Indicator membaca banyak parameter mesin.
Sensor throttle, putaran mesin, beban, dan kecepatan kendaraan menjadi acuan utama sistem.
Saat salah satu parameter melewati batas efisien, indikator ECO otomatis tidak aktif.
Cara Kerja ECO Indicator di Tanjakan
Saat motor melaju di tanjakan, beban mesin meningkat karena melawan gaya gravitasi.
Peningkatan beban inilah yang sering membuat ECO Indicator mati meski kecepatan stabil.
Berdasarkan penjelasan teknis pabrikan Jepang, indikator ini menilai kestabilan input gas.
Kecepatan tinggi atau rendah bukan faktor utama selama pembakaran tetap efisien.
Artinya, ECO Indicator tetap bisa menyala di tanjakan dengan bukaan gas halus.







