Ganti latar menjadi ruangan klasik dengan cahaya senja keemasan yang masuk melalui tirai tipis memakai efek kamera surreal yang artistik dan estetik.
Pertahankan detail wajah saya agar tetap natural dan dramatis seperti adegan film.”
Prompt 3:
“Ubah pose saya seolah sedang berjalan perlahan dengan langkah kaki tegas dan tangan bergerak alami di samping tubuh.
Fokuskan tatapan saya lurus ke depan dengan ekspresi yakin dan tidak kosong.
Tambahkan latar jalan berkabut di pagi hari dengan efek surreal camera yang menghadirkan suasana misterius namun tetap realistis.
Buat pencahayaan lembut menyelimuti wajah saya agar terlihat sinematik dan artistik tanpa kehilangan detail asli.”
Prompt 4:
“Atur pose saya seolah sedang bersandar pada dinding dengan kedua tangan dimasukkan ke saku dan bahu rileks.
Arahkan mata saya menatap kamera dengan ekspresi tenang dan percaya diri.
Ubah latar menjadi lorong panjang dengan cahaya dramatis dari atas menggunakan efek kamera surreal yang memperkuat kedalaman ruang.
Pastikan hasil akhir tetap natural dan fotogenik tanpa kesan buatan ai.”
Prompt 5:
“Posisikan saya seolah sedang duduk di kursi kayu dengan tubuh sedikit membungkuk ke depan dan tangan bertaut santai.
Arahkan tatapan mata saya sedikit ke bawah lalu kembali fokus ke kamera agar terlihat hidup.
Tambahkan latar pantai luas dengan langit berwarna jingga dan ungu menggunakan efek surreal camera yang lembut dan estetik.
Gunakan pencahayaan dramatis dari belakang untuk menciptakan siluet halus namun tetap mempertahankan detail wajah saya.”
Prompt 6:
“Ubah pose saya seolah sedang berdiri dengan kedua tangan menyilang di dada dan kepala sedikit dimiringkan.












