RADARPANGANDARAN.COM – Peralihan dari kendaraan bermesin pembakaran dalam (vehikula berbahan bakar fosil atau konvensional) ke kendaraan listrik semakin digalakkan di Indonesia. Pemerintah melalui kebijakan seperti program Conversi Motor Listrik dan percepatan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) menargetkan agar 20 % dari total kendaraan baru tahun 2030 berjenis listrik.
Namun, pertanyaan penting muncul:
Seberapa efektif penggantian ini dalam konteks Indonesia, dan apa saja tantangannya yang harus dihadapi?
Potensi Efektivitas dan Manfaat Kendaraan Listrik
Beberapa manfaat utama yang melalui beberapa penelitian ialah:
BACA JUGA : Harga POCO X8 Pro Max Rebranding Redmi Turbo 5
- Pengurangan emisi karbon. Menurut studi oleh International Council on Clean Transportation (ICCT), kendaraan listrik dapat mengurangi emisi CO₂ per km hingga 40–50 % daripada kendaraan bensin di negara berkembang, asalkan menggunakan listrik yang juga berasal dari sumber bersih.
- Pengurangan polusi lokal. Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Bandung menghadapi tingkat PM2.5 tinggi. Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi knalpot, sehingga potensi pengurangan polusi partikel sangat nyata.
- Diversifikasi energi. Dengan mengganti BBM fosil ke listrik, ketergantungan impor minyak bisa berkurang dan Indonesia bisa memanfaatkan potensi energi terbarukan.
- Biaya operasional rendah. Riset Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa total biaya kepemilikan (TCO) untuk sepeda motor listrik lebih rendah hingga 30 % daripada motor konvensional dalam periode 5 tahun, asumsi tarif listrik wajar.
Tantangan Utama yang Harus Dihadapi
Meskipun manfaatnya besar, peralihan ke kendaraan listrik tidaklah mudah dan ada sejumlah tantangan signifikan:













