Teknologi ini bahkan dapat bekerja otomatis saat mesin hidup dan sabuk pengaman terpasang.
Namun fitur ini tetap membutuhkan pemahaman penggunaan yang benar agar tidak memicu kerusakan.
Risiko Kerusakan dan Cara Penggunaan yang Benar
Menurut Kia Manual, mengemudi dengan EPB masih aktif dapat merusak kampas dan membuat rotor cepat aus.
Kampas dapat menjadi panas berlebihan karena rem terus menekan walau mobil berjalan.
Mazda juga menyebutkan bahwa penggunaan EPB terlalu sering dalam waktu singkat memicu sistem pencegah overheat.
Sistem akan membatasi kinerja untuk melindungi komponen elektronik di rem belakang.
Karena itu, pengguna harus mengikuti prosedur yang benar saat mengoperasikan EPB.
Pastikan mobil berhenti total sebelum menekan tombol EPB.
Tekan pedal rem, lalu aktifkan EPB untuk memastikan kaliper bekerja sempurna.
Untuk melepaskan EPB, pengemudi harus menyalakan mesin, menekan pedal rem, lalu menurunkan tombol EPB.
Cara ini memastikan aktuator tidak bekerja keras secara tiba-tiba.
Untuk Auto Hold, aktifkan fitur saat berada di kondisi jalan padat atau lampu merah.
Pastikan kaki tetap siap mengerem bila ada kondisi darurat.
Honda menegaskan pentingnya memastikan lingkungan aman sebelum melepas rem otomatis.
Jika tiba-tiba muncul peringatan EPB di dashboard, segera periksa sistem ke bengkel resmi.
Mengutip dari Professional Motor Mechanic, masalah aktuator bisa membuat rem tidak mau melepas.
EPB juga memiliki “braking routine” otomatis sekitar setiap 1.000 km untuk menyesuaikan tekanan kaliper.













