Sensor mengirimkan informasi temperatur baterai dan motor secara berkala.
Kemudian, ECU menentukan jalur pendinginan paling efisien.
Dengan demikian, sistem mencegah overheating secara lebih efektif.
Pompa mekanis konvensional tidak mampu memberikan kontrol sepresisi ini.
Sebaliknya, sistem EV mengandalkan aktuator elektronik presisi tinggi.
Karena itu, efisiensi pendinginan meningkat signifikan.
Selain itu, sistem memperpanjang umur pakai baterai.
Thermal management EV modern mengutamakan kontrol adaptif berbasis data.
Electric water pump EV dan katup pendingin EV menjadi tulang punggung sistem.
Tanpa keduanya, kendaraan listrik tidak mencapai performa optimal.
Oleh karena itu, produsen menempatkan sistem ini sebagai prioritas desain EV.











