Emang Namanya Headset Semua? Jangan Sampai Salah Lagi, Ini Perbedaannya!

Banyak orang merasa earbuds lebih nyaman dipakai lama, tetapi mudah jatuh saat bergerak. Earbuds cocok untuk mendengar musik santai atau menonton video di rumah.

In-Ear Monitor (IEM), Teman Musisi

IEM mirip earphone, tetapi kualitas suaranya lebih detail. Musisi di panggung sering memakai IEM untuk mendengar suara musik mereka sendiri dengan jelas. Bagi penikmat musik serius, IEM memberi pengalaman mendengar yang lebih jernih dibanding earphone biasa.

TWS, Tren Masa Kini

TWS (True Wireless Stereo) adalah earphone tanpa kabel. Orang cukup memasang kedua earbud di telinga, lalu menghubungkannya lewat Bluetooth.

Perangkat ini praktis, ringan, dan populer karena bisa dipakai untuk olahraga ringan, mendengar musik, hingga meeting singkat. Meski begitu, banyak orang masih salah sebut TWS sebagai “earphone bluetooth” atau “handsfree”, padahal namanya berbeda.

Bone Conduction Headphones, Unik dan Aman

Perangkat ini tidak masuk ke telinga, tetapi menempel di tulang pipi. Suara masuk lewat getaran tulang, sehingga telinga tetap terbuka. Orang yang suka lari atau bersepeda sering memakainya karena tetap bisa mendengar suara sekitar, seperti klakson atau suara kendaraan.

Neckband Earphones, Stabil untuk Olahraga

Neckband earphones punya band kecil di leher yang menghubungkan kedua earbud. Karena lebih stabil, perangkat ini cocok untuk olahraga berat atau lari jauh. Namun, orang sering salah sebut dan menyamakan dengan headset, padahal bentuk dan fungsinya berbeda.

Jadi, Semua ada Namanya

Kesalahan muncul karena orang lebih fokus pada fungsinya, yaitu mendengar musik atau suara, bukan pada bentuknya. Akhirnya, semua menyebut “headset”. Padahal, setiap perangkat dibuat dengan desain berbeda sesuai kebutuhan. Ada yang khusus untuk komunikasi, ada yang untuk hiburan, ada juga yang untuk olahraga.