Engine Flush, Solusi Bikin Mesin Kinclong atau Bikin Boncos?

Tapi, sebaiknya tetap dilakukan di bengkel terpercaya.

Mekanik akan tahu apakah seal, gasket dan saluran oli masih aman buat menjalani proses ini.

Kapan Engine Flush Justru Bahaya

Nah, ini yang sering dilupakan. Kalau mesin kamu sudah tua atau lama banget tidak pernah dibersihkan, engine flush justru bisa jadi bencana.

Kata Wuling dan Daihatsu, kerak yang terlalu tebal bisa lepas dan malah nyumbat saluran oli.

Akibatnya, pelumasan jadi tidak maksimal, mesin panas dan ujung-ujungnya bisa jebol.

Itulah kenapa pabrikan tidak pernah menganjurkan engine flush dilakukan rutin setiap ganti oli.

Kalau kamu rajin servis dan ganti oli tepat waktu, sebenarnya mesin sudah cukup bersih tanpa perlu cairan tambahan.

Tips aman kalau kamu tetap penasaran dan ingin coba, pastikan produk yang dipakai punya reputasi bagus.

– Hindari cairan murahan dengan pelarut keras karena bisa merusak seal mesin.

– Ikuti petunjuk di kemasan, jangan menyalakan mesin lebih dari 10 menit saat proses berlangsung.

– Begitu selesai, segera buang oli lama dan isi dengan oli mesin baru yang direkomendasikan pabrikan.

– Lebih bagus lagi kalau olinya punya aditif deterjen alami, supaya kerak baru tidak mudah terbentuk.

Intinya, engine flush bisa bermanfaat, tapi tidak untuk semua mesin.

Kalau mobil kamu rutin diservis dan oli selalu diganti tepat waktu, tidak ada alasan buat melakukan ini.

Tapi kalau mesin sudah kotor parah atau kamu baru beli mobil bekas, barulah flush bisa jadi pilihan untuk ”reset” awal.

Yang penting, jangan asal coba-coba sendiri.